Laporan monitoring risiko longsor
MONSIL — Sitinjau Lauik, Kota Padang
Dicetak: 04 October 2026, 07:07 WIB
Tugas akhir — Ranti Adia Sari, Karen Armanda,Yohanna Nabilila S, Achmad Lutfi N
D-III Teknik Telekomunikasi, Politeknik Negeri Padang
Tugas akhir — Ranti Adia Sari, Karen Armanda,Yohanna Nabilila S, Achmad Lutfi N
D-III Teknik Telekomunikasi, Politeknik Negeri Padang
Status terkini per node
| Node | Kemiringan | Curah hujan (ADC) | Getaran | Status | Update terakhir |
|---|---|---|---|---|---|
| ESP1 | 1.66° | 4095 | Tidak | AMAN | 2026-08-22 10:58:53 |
| ESP2 | 2.52° | 4095 | Tidak | AMAN | 2026-08-22 10:19:20 |
| ESP3 | 4.03° | 4095 | Tidak | AMAN | 2026-08-22 10:19:21 |
| ESP4 | 1.91° | 4095 | Tidak | AMAN | 2026-08-22 10:19:21 |
Peringatan 7 hari terakhir
| Waktu | Node | Kemiringan | Status |
|---|---|---|---|
| Tidak ada peringatan dalam 7 hari terakhir. | |||
Metodologi
Ambang kemiringan mengacu pada studi sistem peringatan dini berbasis MPU6050 yang memakai ambang di kisaran 25°–27°. Curah hujan diklasifikasikan dari nilai sensor analog (bukan penakar hujan presisi) menjadi 4 kategori kondisi: Kering, Gerimis, Hujan, dan Hujan Deras — dengan pola pengelompokan yang merujuk secara kualitatif pada klasifikasi intensitas hujan BMKG. Ambang bersifat awal dan disarankan dikalibrasi ulang sesuai kondisi geologi lokal.